PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP KARAKTER ANAK DALAM PENDIDIKAN
Sebuah tingkah laku dan penghayatan individu manusia dalam berhubungan dengan sebuah situasi lingkungan itu merupakan sebuah objek dari psikologi pendidikan, karena situasi yang dialami manusia adalah sebagai suatu kesatuan jiwa raga yang turut serta mempengaruhi tingkah laku dan penghayatannya yang menjadi sebuah kepribadian. Kepribadian atau personality berasal dari kata latin yaitu personare, yang berarti mengeluarkan suara, istilah ini digunakan untuk menunjukan suara dari percakapan seseorang pemain sandiwara melalui topeng yang dipakainya. Dari sejarah pengertian tersebut akhirnya kata persona itu menunjukan tentang kualitas dari watak atau karakter yang dimainkan dalam sandiwara itu.
Dalam kehidupan sehari-hari dari yang kecil sampai yang dewasa kepribadian selalu berkembang, dan mengalami perubahan. Tetapi dalam perubahan itu terdapat pola-pola tertentu yang tetap. Makin dewasa orang itu makin jelas pula polanya dan makin jelas adanya stabilitas. Pola-pola dan stabilitas tersebut bisa berubah sesuai dengan apa yang di dapat salah satunya dari sebuah lingkungan. Kita bagi lingkungan itu pada tiga bagian, yaitu:
- Lingkungan Keluarga
Keluarga merupakan sebuah lingkungan yang bisa dikategorikan lingkungan yang paling utama dalam proses mempengaruhi sebuah individu/anak dalam pembentukan prilaku dan kepribadian anak. Karena tidak bisa kita pungkiri bahwa pandangan ini bisa dikatakan logis karena beberapa alasan berikut ini.
- Keluarga lazimnya merupakan, pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Begitu anak lahir, lazimnya pihak keluargalah yang langsung menyambut dan memberikan layanan interaktif kepada anak.
- Sebagian besar waktu anak lazimnya dihabiskan di lingkungan keluarga.
- Karakteristik hubungan orang tua-anak berbeda dari hubungan anak dengan pihak-pihak lainnya (guru, teman, dan sebagainya ).
- Interaksi kehidupan orang tua-anak di rumah bersifat “asli”, seadanya dan tidak dibuat-buat.
Peran keluarga lebih banyak memberikan pengaruh dukungan, baik dari dalam penyediaan fasilitas maupun penciptaan suasana belajar yang kondusif. Sebaliknya, dalam hal pembentukan perilaku, sikap dan kebiasaan, penanaman nilai, dan perilaku-perilaku sejenisnya, lingkungan keluarga bisa memberikan pengaruh yang sangat dominan.
Di sini lingkungan keluarga dapat memberikan pengaruh kuat dan sifatnya langsung berkenaan dengan pengembangan aspek-aspek perilaku seperti itu, keluarga dapat berfungsi langsung sebagai lingkungan kehidupan nyata untuk memperaktekkan aspek-aspek perilaku tersebut.
- Lingkungan Sekolah
Sekolah merupakan sebuah lingkungan kedua dari kehidupan anak-anak. Karena di sekolah anak-anak bukan hanya datang secara fisik saja, melainkan mengikuti berbagai kegiatan yang telah ditata dan diprogram sedemikian rupa oleh sebuah sistem pendidikan yang berlaku. Oleh karena itu, disamping lingkungan keluarga, lingkungan sekolah juga memiliki peran yang tidak kalah penting pengaruhnya bagi perkembangan anak. Di sekolah terdapat elemen-elemen yang bisa mempengaruhi perkembangan karakter anak salah satunya guru, guru merupakan tenaga pendidik yang telah dipersiapkan secara tanggung jawab dan khusus dalam sebuah pendidikan. Mereka menguasai sejumlah pengetahuan dan keterampilan yang bisa menjadi stimulus bagi perkembangan anak didiknya secara profesional.
Dalam konteks perkembangan anak, hal tersebut merupakan salah satu sisi keunggulan guru dari pada orang-orang dewasa lain pada umumnya. Karenanya lazimnya pengalaman interaksi pendidikan dengan guru di sekolah akan lebih bermakna bagi anak dari pada pengalaman interaksi dengan sembarang orang dewasa lainnya. Dengan kata lain, interaksi pendidikan di sekolah tidak hanya berkenaan dengan perkembangan aspek-aspek pribadi lainnya.
Akhirnya dapat disimpulkan bahwa dilihat dari sisi perkembangan anak, sekolah berfungsi dan bertujuan untuk memfasilitasi proses perkembangan anak, secara menyeluruh sehingga dapat berkembang secara optimal sesuai dengan harapan-harapan dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Meskipun tampaknya di sekolah itu sangat dominan dalam perkembangan aspek intelektual dan kognisi anak, namun sebenarnya sekolah berfungsi dan berperan dalam mengembangkan segenap aspek perilaku termasuk perkembangan aspek-aspek sosial moral dan emosi.
- Lingkungan Masyarakat
Masyarakat merupakan tempat sosialisai ketiga setelah lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah, dan merupakan tempat hidup dan bergaul baik dengan umuran sebaya ataupun dengan orang dewasa yang juga memiliki peran dan pengaruh tertentu dalam pembentukan kepribadian dan prilaku anak. Perkembangan anak, dari lingkungan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat dapat mendukung perkembangan anak di keluarga maupun di sekolah, begitupun sebaliknya.

EmoticonEmoticon